Jumat, September 19, 2008

GUBNU SUMATERA UTARA

Masih segar dalam inggatan peristiwa pilkada Sumut yang lalu. Ketika membahas lima pasangan calon orang nomor satu di Sumut kawan-kawan seniman mengunggulkan satu nama. Calon tersebut masih menjabat Bupati. Pada masa Bupati itulah yang menjadi acuan kawan-kawan seniman sebab kegiatan kesenian di Langkat sangat meriah pada masa bapak itu Bupati. Ternyata benar dugaan kawan-kawan seniman, akhirnya bapak itu juga yang terpilih menjdi Gubernur Sumut.
Seniman Indonesia Anti Narkoba (SIAN) PW Sumut (Ketua : Herwin Kampusi) dalam struktur organisasinya yang paling diatas, 'Pembina' yaitu Gubernur Sumatera Utara. Ketika SIAN Sumut berencana membuat kegiatan SIAN Painting Exhibition dengan tema "Merdeka Tanpa Narkoba" menyambut HUT RI dan Merayakan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, maka ketua dan beberapa pengurus berangkat menyambangi pembina. Sowan, tatap muka sekaligus memberitahu dan mohon doa restu agar kegiatan berjalan lancar. Dikantor Sian Jl. Sampul No. 20 kawan-kawan bercerita tentang pertemuan mereka dengan Bapak Gubernur itu begitu menyenangkan. Gubernur bersedia membuka kegiatan ini dengan resmi bahkan bapak gubernur yang menentukan jam pembukaan agar beliau benar-benar bisa hadir. Tolong dicatat katanya kepada protokoler. Kata Sambutanpun dicetak dalam buku katalogus. Rencananya acara pembukaan 'demo painting' dan untuk semua kebutuhan acara pembukaan sudah dibeli.
Tetapi apa lacur yang terjadi di hari pembukaan, Bapak yang dimaksud rupanya nggak bisa hadir, karena ada acara yang lebih asyik lagi daripada acara pembukaan pameran, yaitu 'Tembang Kenangan'. Yang menggantikannya Bapak Kepala biro. Kalaulah aku tahu dari awal bahwa kegiatan bapak itu bisa diwakilkan, maka pada pilkada yang lalu bisa kupastikan aku akan mencoblos Bapak Kepala Biro itu. Apalagi pilkada yang baru lalu itu pertama sekali diadakan pemilihan Gubernur langsung. Jadi nggak bisa diwakilkan. Akhirnya hatikupun berkata Yaaaa..... sudahlah... nasi sudah menjadi bubur. kalau sudah menjadi bubur ditambah gula merah enak juga nya itu. Kata Pinokio juga gitu, kalau dia bohong hidungnya akan tambah panjang. Maaf ya pembaca saya lupa, tambah panjang atau tambah lebar yaa... atau bisa-bisa meledak. hhhaaaaaaa..... (Togu Sinambela)